/

April 6, 2023

Teknologi pelacakan nomor handphone tanpa aplikasi

pelacakan nomor

Pelacakan nomor handphone atau yang sering disebut dengan “tracing” atau “tracking” nomor handphone merupakan proses untuk menemukan lokasi seseorang atau menemukan keberadaan nomor handphone tersebut. Pelacakan nomor handphone dapat dilakukan melalui beberapa cara, diantaranya:

  1. GPS Tracking: Banyak ponsel modern yang dilengkapi dengan GPS yang dapat dilacak. Hal ini memungkinkan seseorang untuk mengetahui lokasi keberadaan ponsel tersebut secara akurat.
  2. Operator Seluler: Operator seluler juga dapat melacak lokasi sebuah nomor handphone. Hal ini dimungkinkan karena setiap nomor handphone terdaftar di suatu operator seluler dan operator seluler tersebut memiliki akses ke data lokasi dari nomor handphone tersebut.
  3. Aplikasi Pelacak: Ada beberapa aplikasi pelacak nomor handphone yang tersedia di market. Aplikasi ini umumnya bekerja dengan cara meminta izin pengguna untuk mengakses lokasi ponsel dan kemudian memberikan data lokasi secara terperinci.
  4. Layanan pelacakan: Salah satu layanan pelacakan nomor handphone akurat yang tidak memerlukan penginstalan aplikasi maupun akses GPS dapat anda gunakan di lacakHP.com

Namun, perlu diingat bahwa pelacakan nomor handphone hanya dapat dilakukan dengan izin dari pemilik nomor handphone tersebut atau dalam keadaan darurat seperti penculikan atau kejahatan lainnya. Penggunaan pelacakan nomor handphone tanpa izin dapat dianggap sebagai pelanggaran privasi.

Pelacakan nomor dengan triangulasi BTS (Base Transceiver Station)

Metode pelacakan dengan triangulasi BTS (Base Transceiver Station) adalah salah satu cara untuk menentukan lokasi sebuah nomor handphone dengan memanfaatkan sinyal yang diterima oleh BTS.

BTS adalah perangkat yang digunakan oleh operator seluler untuk memancarkan sinyal telepon seluler. Setiap BTS memiliki cakupan yang berbeda-beda dan bisa menjangkau wilayah tertentu yang disebut sebagai “cell”. Saat sebuah nomor handphone berada dalam jangkauan BTS, BTS akan memancarkan sinyal untuk menghubungkan nomor handphone ke jaringan seluler.

Dalam metode triangulasi BTS, lokasi nomor handphone dapat ditentukan dengan menghitung jarak antara BTS dan nomor handphone. Semakin dekat jarak antara BTS dan nomor handphone, maka semakin akurat pula lokasi nomor handphone tersebut.

Dalam melakukan pelacakan dengan metode triangulasi BTS, dibutuhkan minimal 3 BTS yang terdekat dengan nomor handphone tersebut. Setiap BTS akan memberikan informasi jarak antara BTS dan nomor handphone, sehingga dengan menggabungkan informasi jarak dari ketiga BTS tersebut, maka lokasi nomor handphone dapat ditentukan secara akurat.

Namun, perlu diingat bahwa metode pelacakan dengan triangulasi BTS memiliki keterbatasan. Lokasi yang ditentukan mungkin tidak akurat jika nomor handphone berada di daerah yang minim jangkauan BTS atau jika BTS yang digunakan memiliki kerapatan yang rendah. Selain itu, metode ini hanya dapat dilakukan oleh operator seluler dan tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh individu.

Pelacakan nomor AGPS (Assisted Global Positioning System)

Sistem pelacakan AGPS (Assisted Global Positioning System) adalah salah satu teknologi pelacakan lokasi yang menggabungkan teknologi GPS dengan data jaringan seluler. Sistem pelacakan AGPS memanfaatkan sinyal GPS untuk menentukan lokasi secara akurat, namun juga memanfaatkan informasi dari jaringan seluler untuk mempercepat waktu pemrosesan sinyal dan menentukan lokasi dengan lebih cepat dan akurat.

Dalam sistem pelacakan AGPS, ponsel akan mengambil informasi lokasi dari satelit GPS, namun juga akan meminta bantuan informasi lokasi dari BTS dan server operator seluler. Informasi lokasi yang diperoleh dari BTS dan server operator seluler digunakan untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menentukan lokasi secara akurat.

Proses pelacakan AGPS terdiri dari beberapa langkah, yaitu:

  1. Ponsel mengambil informasi GPS seperti koordinat satelit dan waktu sinyal GPS.
  2. Ponsel mengirim permintaan informasi lokasi ke BTS yang terdekat.
  3. BTS yang menerima permintaan tersebut mengirim informasi lokasi BTS ke ponsel.
  4. Ponsel mengirim permintaan informasi lokasi ke server operator seluler.
  5. Server operator seluler mengirim informasi lokasi ke ponsel.
  6. Ponsel menghitung lokasi akurat dengan menggabungkan informasi dari GPS, BTS, dan server operator seluler.

Dalam sistem pelacakan AGPS, waktu yang dibutuhkan untuk menentukan lokasi dapat lebih cepat dibandingkan dengan teknologi GPS biasa, karena informasi lokasi dari BTS dan server operator seluler dapat mempercepat proses pemrosesan sinyal. Namun, ketersediaan jaringan seluler yang buruk atau masalah teknis lainnya dapat mempengaruhi akurasi dan kecepatan sistem pelacakan AGPS.